Cerita nyata ini baru terjadi beberapa hari yang lalu di lingkungan rumah kami. Ceritanya begini:
Suatu sore, Pak RT mengajak para warganya untuk datang menjenguk salah seorang tetangga kami yang sakit, sebut saja namanya Pak Bejo.
“Buruan! Dia udah kritis!” kata Pak RT dengan muka tegang.
Sebagai warga yang sudah mengenal betul karakter Pak RT, kami tidak segera mempercayai omongannya. Maklum, Pak RT bercandanya sering kelewatan. Banyak omongannya yang tidak sesuai fakta alias direkayasa.
“Siapa yang kritis, Pak RT?” tanya Pak Burhan, tetanggaku.
“Pak Bejo! Tadi saya sudah ke rumahnya!”
“Memang dia kritis kenapa?” tanya Pak Burhan lagi dengan logat
“Dia dicakarin kucing!”
“Pak RT bercanda aja! Masa dicakarin kucing bisa kritis… Bercanda aja nih, Pak RT!” ujar Pak Fandi.
Sebenarnya warga sudah malas mendengar cerita Pak RT. Kami menduga dia hanya membual seperti biasanya. Tetapi, tiba-tiba Pak Romanus datang mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan Pak RT. Akhirnya, berangkatlah kami bersama-sama mengunjungi Pak Bejo.
Singkat cerita, memang betul Pak Bejo luka parah akibat cakaran dan gigitan kucing. Luka-luka itu didapatnya saat dia mengangkat seekor kucing liar yang sedang berkelahi dengan kucing kesayangannya. Karena kucingnya kalah, Pak Bejo marah dan mengangkat paksa kucing liar itu sambil berniat membantingnya. Tapi sial, kucing itu berbalik dan langsung menghujani wajah dan tubuhnya dengan cakaran. Alhasil, luka robek yang cukup dalam diderita Pak Bejo di kedua tangannya. Bahkan sekujur mukanya penuh dengan cakaran kucing.
Pak Bejo menolak anjuran keluarganya untuk berobat ke dokter. Dia hanya mengobati lukanya dengan betadine dan perban. Keadaannya semakin memburuk keesokan harinya. Sekujur tubuhnya panas tinggi. Badannya menggigil. Akhirnya, dengan rasa malu dan terpaksa, Pak Bejo tetanggaku itu berobat ke dokter di rumah sakit terdekat. Hingga cerita ini kutulis, kisah Pak Bejo dan kucing liar masih menjadi pembicaraan hangat warga.
Warga yang mengetahui kejadian itu bingung harus tertawa atau berbelasungkawa. Walaupun kejadian ini merupakan musibah, tapi unsur komedinya lumayan juga. Kasian deh lo! Jahat sih sama binatang… Hehehehee…
1 komentar:
gw jg kadang sebel kalo ngeliat kucing yang lagi berantem. pengen rasanya gw tendang tu kucing biar ngga berisik. tapi setelah baca cerita ini, gw ngga bakalan berani nendang tu kucing. mending gue siram air aja ... kan kucing takut sama air
Posting Komentar